Pagi ini, dua hal yang mengingatkan saya pada kata DOA...
tentunya bukan bis bertuliskan Doa Ibu, dua hal itu adalah:
1) Pagi-pagi saya diminta mengajari adik saya yang paling kecil untuk menghafalkan doa sehari-hari..
2) membaca note teman saya di FB tentang "Doa dan Chanel"...
Doa..
kapan saya berdoa?
apa yang saya lafadzkan dari bibir saya ini saya tau artinya?
Pikiran saya pun melayang..
semasa kecil saya mengaplikasikan doa-doa yang saya pelajari dalam kehidupan...
Akan tidur, bangun tidur, masuk kamar mandi, keluar kamar mandi, akan makan, selesai makan, akan pergi, akan belajar, doa untuk orang tua, doa kebaikan dunia akhirat, doa setelah azan, doa ketika ada petir, dan doa-doa lain...
Sekarang?
Saya mengucapkan istighfar...
Betapa saya kalah dengan diri saya di masa lalu..
Seharusnya sekarang doa itu tetap menjadi bagian hidup saya ditambah dengan saya memahami maksud doa itu...
Tapi apa nyatanya??
Tak hanya itu, saya semakin tertunduk mengingat diri saya yang bak kancil dikejar harimau setelah solat...
ya, seperti kancil yang dikejar harimau, lari cepat-cepat...
sepertinya saya secara tak sadar melakukan 3 asas AT, SolAT, CepAT, LipAt...
Lalu kapan saya berdoa?
1/3 malam kah?
kadang saat ingat... *istighfar...
saya banyak mendamba sesuatu, tapi saya mempersulit diri sendiri dengan tidak berdoa...
lupakah saya kalau saya hanya hamba yang lemah?
kadang terlintas di pikiran saya "orang lain juga gitu kok, solat, cepat, lipat"
seharusnya saya juga berpikir "Siapa tau mereka lebih rajin 'berdua-duan' dengan-Nya di 1/3 malam"
"Siapa tau mereka selalu melafalkan doa tanpa kamu tau"
Saya pun tertunduk...
dan berdoa...
"Duhai Yang Maha Pemberi, beri aku kesadaran untuk meminta pada-Mu lebih banyak dari hari kemarin..."
happy reading...
hai... terima kasih sudah berkunjung... happy reading... tuliskan komentar juga ya...
Senin, 30 Mei 2011
Minggu, 22 Mei 2011
tigapuluhsatu
Malam ini, 12 Mei 2011, 4 hari menjelang tiga bulan aku sendiri, aku justru ingat sebuah bilangan....
tigapuluhsatu...
enam hari setelah ulang tahunmu...
hanya enam hari, tapi enam hari itu membekas di hati...
tigapuluhsatujuliduaributujuh
saat aku mengatakan "ya", untuk sesuatu yang sungguh tak pernah aku (dan kau) duga...
kata "ya" yang bisa mengubah segalanya...
dan esoknya (aku geli sendiri mengingatnya), saat kau meminta bertemu, aku justru gelisah...
tak ada satupun teman kita yang menduga, ada kebersamaan lain di antara kita...
tigapuluhsatujuliduaributujuh...
di tengah ulang tahun kita...
menjadi hadiah setelah ulang tahunmu dan menyambut ulang tahunku...
agustus, september, oktober, november, desember, januari, februari, maret, april, mei, juni,juli....
berulang dan berulang..
bukan tanpa kerikil dan perpisahan...
kita pernah sama-sama saling menyakiti...
tapi satu sama lain menjadi penyembuh luka...
dan akhirnya 16 Februari 2010 membuatku tak lagi bisa bertemu tigapuluhsatu...
tigapuluhsatujuliduaribusebelas tak akan ada lagi 12 mawar....
rinduku pada tigapuluhsatu...
tigapuluhsatu...
enam hari setelah ulang tahunmu...
hanya enam hari, tapi enam hari itu membekas di hati...
tigapuluhsatujuliduaributujuh
saat aku mengatakan "ya", untuk sesuatu yang sungguh tak pernah aku (dan kau) duga...
kata "ya" yang bisa mengubah segalanya...
dan esoknya (aku geli sendiri mengingatnya), saat kau meminta bertemu, aku justru gelisah...
tak ada satupun teman kita yang menduga, ada kebersamaan lain di antara kita...
tigapuluhsatujuliduaributujuh...
di tengah ulang tahun kita...
menjadi hadiah setelah ulang tahunmu dan menyambut ulang tahunku...
agustus, september, oktober, november, desember, januari, februari, maret, april, mei, juni,juli....
berulang dan berulang..
bukan tanpa kerikil dan perpisahan...
kita pernah sama-sama saling menyakiti...
tapi satu sama lain menjadi penyembuh luka...
dan akhirnya 16 Februari 2010 membuatku tak lagi bisa bertemu tigapuluhsatu...
tigapuluhsatujuliduaribusebelas tak akan ada lagi 12 mawar....
rinduku pada tigapuluhsatu...
Jangan jadi katak dalam tempurung...
Setelah sekian lama tidak menulis akhirnya mencari kesempatan...
kemarin baru pulang dari Bogor, dari sebuah institut ternama buat ikut semifinal FBQ-sebuah lomba semacam cerdas cermat buat anak teknologi pangan-
dateng ke bogor (saya) tanpa persiapan lebih, ga belajar ga ngehafal (gara-gara sok sibuk gitu)...
melihat lawan yang dari institut ternama itu, plus universitas swasta yang lebih ternama lagi, ditambah universitas di timur jawa yang belajar terus bikin tambah deg-degan... belum lagi dari kalimantan, sumatera, jogja....mereka dateng dengan membawa mimpi sedangkan saya (saya tidak tau apa yang teman-teman rasakan), hanya membawa diri dengan kemampuan seadanya...
dan tibalah babak semi final -dimana berdasarkan hasil undian saya dan kawan-kawan bertanding dengan institut ternama dan universitas lebih ternama-
sesi satu --> ya ampun susah banget soalnya, berasa ga pernah belajar yang ini deh, mana pake bahasa inggris pula... (kata saya, berhubung soalnya harus dijawab secara individu)
sesi dua --> (bisa 1 dari 3 soal, yah lumayan lah.... hehe...)
sesi tiga --> bisa sih jawab soal-soalnya tapi ga dapet kesempatan mencet bel (harusnya saya sama temen-temen menjalankan misi motong kabel perserta lain haha)
sesi empat --> ada kesempatan merebut poin eh si juri malah salah teknis
dan akhirnya kita menang.... tapi menanggung malu (ga selebay itu juga sih)..
Sebenernya pada intinya bukan kemenangan atau kekalahan...
tapi Jangan jadi katang dalam tempurung...
harus sering-sering ikut acara kaya gitu, jangan cuma di kampus aja, ngerasa oke, hebat, rajin, aktif, dll...
di luar sana banyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak banget orang yang jauh lebih rajin, hebat, pinter, aktif, dsb..
ikutan acara-acara yang mempertemukan kita dengan orang banyak membuat kita berkaca (buka berkaca-kaca ya), membuat kita memacu diri untuk berusaha lebih, tidak hanya puas dengan apa yang kita miliki...
membuat kita sadar bahwa saingan kita bukan hanya teman-teman kita, tetapi juga orang-orang yang tidak kita kenal di luar sana...
Tujuan sebuah lomba bukan hanya menang, tapi juga belajar...
belajar dari keberhasilan orang lain...
belajar dari kegigihan orang lain...
belajar dari kelemahan diri sendiri...
belajar menguatkan potensi diri...
belum terlambat..
segera!
Jangan jadi katak dalam tempurung --> gelap
kemarin baru pulang dari Bogor, dari sebuah institut ternama buat ikut semifinal FBQ-sebuah lomba semacam cerdas cermat buat anak teknologi pangan-
dateng ke bogor (saya) tanpa persiapan lebih, ga belajar ga ngehafal (gara-gara sok sibuk gitu)...
melihat lawan yang dari institut ternama itu, plus universitas swasta yang lebih ternama lagi, ditambah universitas di timur jawa yang belajar terus bikin tambah deg-degan... belum lagi dari kalimantan, sumatera, jogja....mereka dateng dengan membawa mimpi sedangkan saya (saya tidak tau apa yang teman-teman rasakan), hanya membawa diri dengan kemampuan seadanya...
dan tibalah babak semi final -dimana berdasarkan hasil undian saya dan kawan-kawan bertanding dengan institut ternama dan universitas lebih ternama-
sesi satu --> ya ampun susah banget soalnya, berasa ga pernah belajar yang ini deh, mana pake bahasa inggris pula... (kata saya, berhubung soalnya harus dijawab secara individu)
sesi dua --> (bisa 1 dari 3 soal, yah lumayan lah.... hehe...)
sesi tiga --> bisa sih jawab soal-soalnya tapi ga dapet kesempatan mencet bel (harusnya saya sama temen-temen menjalankan misi motong kabel perserta lain haha)
sesi empat --> ada kesempatan merebut poin eh si juri malah salah teknis
dan akhirnya kita menang.... tapi menanggung malu (ga selebay itu juga sih)..
Sebenernya pada intinya bukan kemenangan atau kekalahan...
tapi Jangan jadi katang dalam tempurung...
harus sering-sering ikut acara kaya gitu, jangan cuma di kampus aja, ngerasa oke, hebat, rajin, aktif, dll...
di luar sana banyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak banget orang yang jauh lebih rajin, hebat, pinter, aktif, dsb..
ikutan acara-acara yang mempertemukan kita dengan orang banyak membuat kita berkaca (buka berkaca-kaca ya), membuat kita memacu diri untuk berusaha lebih, tidak hanya puas dengan apa yang kita miliki...
membuat kita sadar bahwa saingan kita bukan hanya teman-teman kita, tetapi juga orang-orang yang tidak kita kenal di luar sana...
Tujuan sebuah lomba bukan hanya menang, tapi juga belajar...
belajar dari keberhasilan orang lain...
belajar dari kegigihan orang lain...
belajar dari kelemahan diri sendiri...
belajar menguatkan potensi diri...
belum terlambat..
segera!
Jangan jadi katak dalam tempurung --> gelap
Selasa, 17 Mei 2011
Jangan biarkan jas hujan malang nasibnya,,,,
Di musim yang sering hujan ini, keberadaan jas hujan adalah hal utama buat motorider...
Saya orang yang cukup bermasalah sama jas hujan..
jas hujan yang pertama ga saya pakai lagi karna modelnya susah buat dipake, ga pake bukaan depan , jadi makenya kaya pake kaos sangat menyulitkan terutama kalo bawa tas gede (apalagi kalo mau kabur dari rumah)... so hindari model ini ya, pake jas hujan yang ada slerekannya (sleting maksudnya) di depan...
Jas hujan yang ke dua sobek gara-gara saya suka bawa barang yang amat sangat banyak ke kampus... Bahan jas hujannya cukup bagus padahal... jadi jangan bawa yang berlebihan ya, bagaimanapun berlebihan itu ga baik..
Jas hujan yang ke tiga tipe ponco...
agak ribet, suka terbang-terbang dan bikin deg-degan da khawatir nyangkut dan lain-lain, katanya sih tipe ini kurang aman dipake... dan kelemahan tipe ini adalah, ga nutupin tangan secara keseluruhan, jadi lengan bajunya suka basah...
Ga cuma itu, mungkin bahannya yang kurang bagus ato gmana, jas hujannya bruntus-bruntus putih gitu, entah mengapa mungkin karna pas nyuci ga dibilas dengan bersih jadi pas kena hujan berbuih gitu, trus kan kalo buru-buru suka maen lipet aja, jadi putih-putihnya nempel terus...
Pernah nyoba nyuci pake sikat tring hasilnya bersih, tapi pas dikeringin kambuh lagi...
dan jas hujan yang ini akhirnya ditinggalkan karna penutup kepalanya robek perlakan-lahan sampe akhirnya sobek semua...
Di saat kebimbangan mikirin jas hujan, baca sebuah majalah otomotif, ternyata ada tips loh buat bikin jas hujan ga malang:
1. Pilih bahan yang nyaman, jangan yang kaku..
2. Kalau habis dipake jangan langsung dilipet, tapi di-hanger-in dulu, supaya airnya pada kering...
3. Ngeringinnya boleh dibantu pake lap kering..
4. Kalo nyuci jas hujan jangan pake detergen, pake air aja, kalo perlu-perlu banget pake sabun mandi kalo perlu sabun bayi (hehe manja amat si jas hujan)..
5. Jangan ngejemur jas hujan di bawah terik matahari, terutama yang bahannya semacan kain plastis gitu, soalnya bisa bikin melas, dan saya pernah melakukan jadi bau karet gosong gitu... Jemurnya diangin-angin aja di dalem rumah..
6. Jangan pake jas hujan kalo ga ujan (kalo yang satu ini mah pake azaz kepantasan aja kali ya..) hehe...
Sekedar berbagi saya beli jas hujan di kosambi, harganya 70 ribuan, nama bahannya aga lupa (sama si ibu diplesetin nama bahannya Tarzan, jadi yang keingetan itu deh)... Tipenya baju dan celana, bahannya lemes, dingin, enak banget deh pokoknya...
Jadi jangan salah pilih, jangan salah ngerawat, supaya jas hujan ga malang nasibnya...
Saya orang yang cukup bermasalah sama jas hujan..
jas hujan yang pertama ga saya pakai lagi karna modelnya susah buat dipake, ga pake bukaan depan , jadi makenya kaya pake kaos sangat menyulitkan terutama kalo bawa tas gede (apalagi kalo mau kabur dari rumah)... so hindari model ini ya, pake jas hujan yang ada slerekannya (sleting maksudnya) di depan...
Jas hujan yang ke dua sobek gara-gara saya suka bawa barang yang amat sangat banyak ke kampus... Bahan jas hujannya cukup bagus padahal... jadi jangan bawa yang berlebihan ya, bagaimanapun berlebihan itu ga baik..
Jas hujan yang ke tiga tipe ponco...
agak ribet, suka terbang-terbang dan bikin deg-degan da khawatir nyangkut dan lain-lain, katanya sih tipe ini kurang aman dipake... dan kelemahan tipe ini adalah, ga nutupin tangan secara keseluruhan, jadi lengan bajunya suka basah...
Ga cuma itu, mungkin bahannya yang kurang bagus ato gmana, jas hujannya bruntus-bruntus putih gitu, entah mengapa mungkin karna pas nyuci ga dibilas dengan bersih jadi pas kena hujan berbuih gitu, trus kan kalo buru-buru suka maen lipet aja, jadi putih-putihnya nempel terus...
Pernah nyoba nyuci pake sikat tring hasilnya bersih, tapi pas dikeringin kambuh lagi...
dan jas hujan yang ini akhirnya ditinggalkan karna penutup kepalanya robek perlakan-lahan sampe akhirnya sobek semua...
Di saat kebimbangan mikirin jas hujan, baca sebuah majalah otomotif, ternyata ada tips loh buat bikin jas hujan ga malang:
1. Pilih bahan yang nyaman, jangan yang kaku..
2. Kalau habis dipake jangan langsung dilipet, tapi di-hanger-in dulu, supaya airnya pada kering...
3. Ngeringinnya boleh dibantu pake lap kering..
4. Kalo nyuci jas hujan jangan pake detergen, pake air aja, kalo perlu-perlu banget pake sabun mandi kalo perlu sabun bayi (hehe manja amat si jas hujan)..
5. Jangan ngejemur jas hujan di bawah terik matahari, terutama yang bahannya semacan kain plastis gitu, soalnya bisa bikin melas, dan saya pernah melakukan jadi bau karet gosong gitu... Jemurnya diangin-angin aja di dalem rumah..
6. Jangan pake jas hujan kalo ga ujan (kalo yang satu ini mah pake azaz kepantasan aja kali ya..) hehe...
Sekedar berbagi saya beli jas hujan di kosambi, harganya 70 ribuan, nama bahannya aga lupa (sama si ibu diplesetin nama bahannya Tarzan, jadi yang keingetan itu deh)... Tipenya baju dan celana, bahannya lemes, dingin, enak banget deh pokoknya...
Jadi jangan salah pilih, jangan salah ngerawat, supaya jas hujan ga malang nasibnya...
Senin, 16 Mei 2011
kebimbangan di bulan ke tiga...
hari ini tepat tiga bulan saya memutuskan sesuatu yang besar...
perpisahan...
dan proses perpisahan sesungguhnya ternyata justru beberapa belakangan ini..
ketika saya sadari saya lebih buruk di banding sekadar teman... (maksud saya disebut teman pun tampaknya tidak bisa)...
saya mencoba tidak berhenti beraktifitas supaya tidak ada celah untuk memikirkannya, tapi pasti ada saatnya saya lelah...
saat lelah dan berhenti ia kembali membayangi pikiran saya..
ternyata sibuk saja tidak cukup...
perlu benteng yang lain...
izinkan aku berdoa lebih banyak...
perpisahan...
dan proses perpisahan sesungguhnya ternyata justru beberapa belakangan ini..
ketika saya sadari saya lebih buruk di banding sekadar teman... (maksud saya disebut teman pun tampaknya tidak bisa)...
saya mencoba tidak berhenti beraktifitas supaya tidak ada celah untuk memikirkannya, tapi pasti ada saatnya saya lelah...
saat lelah dan berhenti ia kembali membayangi pikiran saya..
ternyata sibuk saja tidak cukup...
perlu benteng yang lain...
izinkan aku berdoa lebih banyak...
Langganan:
Postingan (Atom)